Angin malam berhembus pelan, dinginnya menusuk tulang. Cahaya bulan seolah menyorot diriku yang sedang termenung di balkon. Tanpa sadar aku mendesah. Kusadari indahnya bulan malam ini. Angin yang sedari tadi berhembus menjemput daun yang gugur karenanya. Ada apa denganku? Perlahan aku menungkapkan pertanyaanku pada malam yang bisu. Untuk apa aku hidup? Tak peduli siapa yang akan mendengar dan menjawabnya. Untuk apa aku hidup? Hatiku meneriakkannya. Ya, sekarang aku ingat dengan perkataanmu.
"Apa, Yuko menginap ke sini lagi?!" aku tak percaya mendengar penjelasan Mama dan Papa. "Iya, nak, dia menginap dua minggu di sini, karena orang tuanya ada tugas di Amerika," tambah Papa. "Tolong buat dia nyaman tinggal di sini ya, nak!" perintah Mama. "I...iya," jawabku dengan terpaksa.
Sore ini sangat cerah. Putri sedang bermain di taman bersama Lia, April, Sheila dan Risa. Lima sekawan itu sedang duduk-duduk di bangku taman sambil mengobrol seru.